Balita Tantrum: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Written by PEACE Author

Balita Tantrum: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Tantrum pada balita bukan sekadar anak rewel atau nakal. Ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang, namun ada kalanya Parents perlu lebih waspada. Memahami apa itu tantrum, mengapa terjadi, dan kapan harus mencari bantuan adalah langkah awal yang penting. Artikel ini akan memandu Parents mengatasi perilaku anak Anda.

Apa Itu Tantrum pada Balita?

Tantrum adalah ledakan emosi singkat yang ekstrem, biasanya sebagai respons terhadap rasa frustrasi atau marah. StatPearls (2024) menjelaskan bahwa reaksi (tantrum) tersebut seringkali tidak sebanding dengan pemicu yang menyebabkan munculnya perilaku itu.

Pada balita, tantrum bisa berupa tangisan keras, jeritan, menjatuhkan diri, memukul, melempar barang, menahan napas, atau menggigit. Frekuensinya rata-rata satu kali sehari dengan durasi sekitar tiga menit pada anak usia 18-60 bulan.

Sebagian besar tantrum pada balita adalah wajar dan merupakan bagian dari proses belajar mengelola emosi. Namun, Parents perlu tahu bahwa jika tantrum terjadi terlalu sering (lebih dari 5 kali sehari), berlangsung sangat lama (lebih dari 15 menit), atau disertai perilaku membahayakan, bisa menjadi tanda adanya masalah perilaku atau perkembangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Kenapa Balita Tantrum? Ini Penyebab Utamanya

Balita tantrum tidak terjadi tanpa alasan. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama mengatasinya. Menurut Cleveland Clinic ada beberapa penyebab tantrum meliputi:

  • Merasa frustrasi, 
  • Sedang mencari perhatian, 
  • Menginginkan sesuatu (seperti mainan atau camilan), 
  • Menghindari tugas yang tidak disukai,
  • Sedang kelaparan, kelelahan, atau bahkan kesakitan.

Pada usia ini, balita berada dalam masa transisi yang sulit. Mereka sedang belajar mandiri, tetapi belum memiliki keterampilan koping yang matang untuk mengelola emosi kuat. Kemampuan verbal mereka seringkali belum cukup untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Akibatnya, ketika kebutuhan atau keinginan tidak terpenuhi, mereka meledak.

Seiring bertambahnya usia dan berkembangnya kemampuan komunikasi, frekuensi tantrum biasanya menurun dengan sendirinya. Namun, lingkungan yang konsisten dan penuh empati akan sangat membantu mempercepat proses ini.

Artikel Terbaru

Lihat semua artikel
Trauma Pada Orang Dewasa yang Sering Tidak Disadari

Trauma Pada Orang Dewasa yang Sering Tidak Disadari

By PEACE

Tips Mempraktikkan Filial Play di Rumah untuk Membangun Bonding Kuat dengan Anak

Tips Mempraktikkan Filial Play di Rumah untuk Membangun Bonding Kuat dengan Anak

By PEACE

Mendukung Anak Berkebutuhan Khusus: Panduan untuk Orang Tua dan Guru

Mendukung Anak Berkebutuhan Khusus: Panduan untuk Orang Tua dan Guru

By PEACE