Intelligence Quotient

Apa sih IQ itu? Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. IQ ini sering digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Meskipun demikian terkadang masih banyak orang yang tidak memahami lebih mengenai fungsi dari nilai tes IQ tersebut. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai IQ. Check it out!

Intelligence Quotient atau dikenal dengan IQ merupakan istilah pengelompokan kecerdasan pada manusia yang pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Binet. Ia adalah ahli psikologi dari Perancis pada abad ke-20. Kemudian Binet bekerja sama dengan koleganya yaitu Victor Henri dan Theodore Simon untuk membantu para guru agar mudah mengajar kelompok anak yang memiliki kesulitan dalam belajar. Awal kesuksesan mereka, Binet dan koleganya mencetuskan sebuah alat tes yaitu Binet-Simon tes.  Alat tes tersebut akhirnya mengalami revisi oleh  Psikiater di Stanford. Alat tes ini digunakan untuk mengukur kecerdasan dan sudah terstandarisasi hingga saat ini. Alat tes itu dikenal dengan Stanford-Binet Intelligence Scale.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai alat tes yang ada untuk mengukur kecerdasan seseorang. Pada dasarnya kita harus memahami terlebih dahulu apa itu kecerdasan. Kecerdasan atau intelligence merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kecerdasan setiap orang akan terus berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan dipengaruhi pula oleh hal-hal yang ada disekitarnya. Kecerdasan ada erat kaitannya dengan perkembangan kognisi seseorang sehingga semakin berkembangnya kognisi seseorang maka kecerdasan mereka juga akan semakin berkembang. Ada beberapa teori yang berkembang untuk mendalami lebih lagi mengenai kecerdasan, salah satunya adalah teori dari Howard Gardner yang dikenal dengan Multiple Intelligences.

Multiple Intelligences dari Howard Gardner terdiri dari:

  1. Kecerdasan Verbal: kemampuan dalam menggunakan huruf dan kata-kata untuk mengekspresikan sebuah pemahaman
  2. Kecerdasan Logis-matematis: kemampuan dalam bidang menghitung
  3. Kecerdasan Spasial: kemampuan dalam membayangkan bentuk secara 3D
  4. Kecerdasan Kinestetis: kemampuan dalam memanipulasi obyek
  5. Kecerdasan Musikal: kemampuan dalam bidang music
  6. Kecerdasan Interpesonal: kemampuan dalam memahami orang lain atau berinteraksi dengan orang lain
  7. Kecerdasan Intrapersonal: kemampuan dalam pemahaman terhadap diri sendiri
  8. Kecerdasan Naturalis: kemampuan dalam memahami alam

Seiring berjalannya waktu, para tokoh-tokoh psikologi dengan beberapa teorinya menciptakan alat tes dengan fungsi yang hampir sama yaitu mengukur tingkat kecerdasan atau mengetahui apakah adanya keterlambatan dalam perkembangan kognitif anak. Kecerdasan intelektual diyakini menjadi sebuah ukuran standar kecerdasan selama bertahun-tahun. Bahkan hingga saat ini masih banyak orang tua mengharapkan anak-anaknya pintar, terlahir dengan IQ di atas level normal atau bahkan lebih. Pada dasarnya mengetahui nilai IQ dapat membantu melihat perkembangan kognitif pada anak namun menjadi salah penggunaan apabila orang tua hanya berpatokan pada nilai total IQ tersebut.

Pada setiap alat tes memiliki beberapa subtes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang. Berikut adalah beberapa contoh alat tes dengan berbagai macam jenis kecerdasan yang diukur:

  1. Stanford-Binet
    1. Verbal reasoning
    2. Quantitative reasoning
    3. Visual reasoning
    4. Short-term memory
  2. Wechsler Scales
    1. Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) digunakan untuk mereka yang berusia diatas 17 tahun
    2. Wechsler Intelligence Scale for Children-Third Edition (WISC-III) digunakan untuk anak berusia 6-16 tahun
  3. Snijders Oomen Non-verbal Intelligence Test Revised (SON-R) digunakan untuk anak berusia 2,5 – 7 tahun. Alat tes ini biasa digunakan pada anak-anak yang masih belum bisa berbicara atau memiliki keterbatasan secara verbal

Artikel kali ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang kecerdasan dan fungsi dari tes IQ tersebut. Pentingnya melakukan tes IQ adalah untuk mengetahui sudah sampai manakah kemampuan anak kita sehingga apabila terjadi keterlambatan, orang tua pun bisa cepat menolong. Setelah anak melakukan tes pun orang tua diharapkan tidak hanya berpedoman pada hasil akhirnya saja namun melihat kembali pada bagian manakah anak tersebut mengalami kesulitan. Sehingga orang tua juga dapat mencari pertolongan dalam membantu perkembangan sang buah hati.

 

– Jika ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom momentar –

 

Sources: K.H. Bearce, 2009, Personal Communication

Retrieved from

http://www.mccc.edu/~jenningh/Courses/documents/Handout-Intelligence_000.pdf

About the author

Leave a Reply